Belanda atau sering kita sebut dengan Holland atau Negeri kincir angin, penduduknya boleh berbangga memiliki negeri yang indah dan tim serta pemain sepakbola yang hebat-hebat ( sebut saja dulu di thn 70 an ada Johan C, era 90 an ada Ruud Gullit, Marco V.basten dan Frank rijkard dan masih banyak lagi ikon ikon sepakbola dari negeri ini ). Tetapi yang tidak kalah termasyurnya adalah negeri ini mendapat julukan negeri “ sepeda “.
Lho Koq bisa ….. Bayangkan saja, negeri yang hanya berpenduduk 16,3 juta jiwa memiliki populasi sepeda 18 juta sepeda atau sama juga artinya dengan 1.100 sepeda untuk 1.000 orang penduduk.
Ck.. ck… Luar Biasa ……!!!!
Saingan Belanda cuma Jerman yang punya 900 sepeda untuk 1.000 orang penduduk. Rata-rata setiap orang di Belanda mengayuh sepedanya sejauh 1.019 km setahun. Kalau dilihat, Jarak bukan menjadi masalah. Misalnya kalau hendak berpergian dari Bekasi – Mangga Dua / Kota, orang belanda tak akan segan mengayuh sepedanya dari rumah menuju stasiun Bekasi, terus naik kereta dan melanjutkan bersepeda dari stasiun BOS di Kota (bukan BEOS seperti kata abang-abang di glodok. BOS: Bataviasche Ooster Spoorweg tsah) menuju Mangga Dua. Kebanyakan diantara mereka memiliki dua sepeda atau sepeda lipat yang bisa dibawa di dalam kereta. Makanya seperti foto berikut, pemandangan lautan sepeda sangat jamak ditemui di setiap parkiran gratis di dekat stasiun.
Pemerintah kota malah membuat jalur khusus untuk pengendara sepeda yang mirip-mirip jalur bus (busway), bedanya yang ini jarang mogok. Yang paling seru adalah kutipan tentang angka kecelakaan di dunia persepedaan Belanda ini. Tercatat 80 persen penyebab kecelakaan bukan karena tabrakan melainkan terjatuh sendiri dari sepeda. 9.200 kecelakaan terjadi pada anak-anak. 7.000 anak jatuh dari sepeda dan sisanya nabrak tiang listrik, nyerempet trotoar, atau nabrak tembok.
Saking demennya itu orang-orang Belanda sama sepeda, mereka bahkan punya acara makan bersama pakai sepeda. Jadi kalau perlu, untuk acara makan malam bersama, mereka membawa sepeda ke resto-resto favorit… aiiih indahnya. Kebayang tuh kalo jemput pacar pake sepeda he..he..he…, kayak filmnya Mas Rano Karno dulu .
Begitulah cerita tentang kehidupan bersepeda di Negeri Sepeda Kincir Angin. Pesan yang bisa dipetik tentu saja ada. Mari kita galakkan kembali bersepeda, sambil kita mengenang dan merajut kenangan indah tempo dulu, merajut impian biar dunia kita lebih hijau dan jauh dari polusi.







