JATUH cinta pada sepeda tua. begitulah kebanyakan orang Jawa tempo dulu. Barangkali hanya mereka yang menyebut “pit” untuk istilah sepeda. Setelah orang Belanda menyebutnya fiets, lambat laun kata itu ditambah onthel yang berarti “mengayuh”. Boleh jadi, sepeda telah menenggelamkan kejayaan kereta kuda. Konon alat transportasi itu ditemukan pertama kali oleh bangsa Prancis. Menurut sejarah, negeri itu sudah mengenal yang namanya sepeda sejak awal abad ke-18 yang dinamai velocipede. Kini alat transportasi manusia semakin canggih. Sepeda motor dan mobil telah mendominasi alat transportasi darat. Pak Pos malah sudah menggunakan sepeda motor. Sepeda memang bukan lagi alat transportasi utama. Lambat laun, pit onthel mulai ditinggalkan. Besi tua itu mungkin telah lama menjadi penghuni gudang. Tetapi belakangan ini, pit onthel kembali naik daun. Di beberapa kota, sepeda tua itu tetap punya penggemar yang tetap setia memakainya. Mereka adalah pehobi yang gemar mengoleksi sekaligus memakainya. Bahkan penggemar yang masuk kategori fanatik berani membayar mahal untuk mendapatkan pit onthel.
Prima Ontel Club ( POC ) Bekasi salah satunya. Suatu wadah yang menampung aspirasi dan rasa kerinduan bagi para penggemar dan kolektor sepeda tua yang mewakili wilayah Bekasi dan sekitarnya. Komunitas ini tidak hanya beranggotakan kaum tua namun juga banyak diantaranya anak-anak muda dan juga ibu-ibu. Menilik dari usia perkumpulan ini yang baru seumur jagung ( bulan juli 2007 tepat 1 tahun ) akan tetapi konsistensi dan komitmen bersama untuk melestarikan sepeda ontel ini yang patut diacungi jempol. Berkat konsistensi inilah yang membuat banyak pihak baik dari media cetak maupun elektronik meliput kegiatan POC seperti yang dilakukan pada hari jum’at pagi tgl. 1 Juni 2007, kru dari station TV terkemuka di Indonesia TransTV dan RCTI mengambil sekelumit kegiatan POC. Sebelumnya media cetak dari harian Rakyat Merdeka dan Indo Pos juga telah meliput kegiatan POC bahkan POC juga telah live on air di radio Sonora 92.0 FM dalam rubrik Hobies. Memang tujuan didirikan POC adalah untuk melestarikan sepeda ontel sambil bernostalgia, olahraga dan yang paling penting adalah menjalin kebersamaan serta persaudaraan. Seiring dengan perubahan zaman fungsi sepeda-sepeda kuno itu mau tidak mau harus bergeser. Alat transportasi itu bukan lagi kendaraan sehari-hari, melainkan menjadi barang klangenan sejati. Besi tua yang selalu dibelai-belai dengan penuh cinta dan sayang. Entah sampai kapan ?????