Buat temen-temen di POC khususnya yang telah meminang sepeda SIMPLEX ( Bp. Fajar, Bp. Dimas, Bp. Romin ) barangkali ada yang mau menambah koleksinya berikut ada beberapa perbedaan antara Cycloide dengan Neo pada Simplex, yakni :
A. Konstruksi Sepeda :
1. Untuk Cycloide jenis laki-laki dan perempuan bagian kerangka belakang (supitan yang tegak) dilas menyambung dengan supitan bawah. Neo pakai sambungan baut.
2. Tapi untuk jenis kruisframe bagian kerangka belakang (supitan yang tegak) dibaut dengan supitan bawah, sedangkan bagian cross yang menuju belakanglah yang dilas nyambung dengan supitan bawah. Neo Kruisframe atas bawah juga sambungan baut.
3. Untuk jenis Cycloide Pristerrijwiel bagian bawah supitan yang tegak dibaut dengan ujung supitan bawah. Jenis Priesterrijwiel tidak ada di Neo.
4. Pada sepeda jenis laki-laki bagian atas dan bawah Tube Vertikal depan ada bagian yang ‘menonjol’ (kecuali untuk tipe perempuan, Kruisframe dan Pristerrijwiel tidak ada bagian tube yang menonjol). Sedangkan jenis Neo tidak ada tonjolannya.
5. Logo emblem bagian depan tidak berada ditengah persis, tapi agak keatas. Dua ukuran 580mm dibandingkan dengan Gazelle yang logonya ditengah persis.
B. Konstruksi Rem :
1. Untuk Cycloide ada yang menggunakan rem karet (remnaaf) dengan konstruksi unik (dibuat tahun 1906-1940).
Lihat contoh gambar rem bagian depan dan belakang.
2. Untuk Cycloide ada yang menggunakan rem tromol dibuat sebelum tahun 1940, dengan ciri setutan baut melengkung. Semua tuas tarikan rem tromol Cycloide bentuknya mirip tuas tarikan rem sepeda motor. Gambar paling kanan adalah konstruksi rem depan Cycloide tahun 1940-1957 (hampir mirip Neo)
3. Cycloide yang menggunakan transmisi rem jenis tromol dibuat setelah tahun 1940, dengan ciri setutan baut lebih pendek dan segitiga.
C. Rottel dan Piringan :
Untuk Cycloide laki-laki dan perempuan, menggunakan rottel jenis seperti logo Mercedes Benz (bintang 3), sedangkan untuk Kruisframe, Pristerrijwiel, dan jenis Neo menggunakan rotel ‘jenis YY berputar.
D. Besar Bracket :
Untuk semua jenis Cycloide, ukuran diameter sisi luar bracket adalah 50mm, sedangkan bagian dalam 40mm, menggunakan konstruksi bearing/lager. Beda dengan jenis Neo yang hanya 38mm (Thompson bracket), dan menggunakan konstruksi cup-and cone (mangkokan dan gotri).
E. Bos untuk as roda:
Untuk semua jenis Cycloide rem karet, bos tengah menggunakan konstruksi bearing/lager dengan rumah as ada tulisannya ‘Simplex Amsterdam’ baik diroda depan maupun belakang dengan lobang jeruji 36. Sedangkan untuk Cycloide torpedo hanya bos depannya saja, bagian belakang menggunakan torpedo.
Diedit oleh Soesilo dan Nara sumber : Andrian Hagijanto
SANGAT MEMBANTU DLM PENGETAHUAN, REFERENSI SEPEDA, KEINGINAN UNTUK MEMILIKI SEPEDA ONTHEL SIMPLEX, SEMOGA INCARAN DI YOGYA MASIH ADA.
SELAMAT
Oleh: soga .s on November 23, 2007
at 6:30 am
wueh sip tenan dab!truske le bagi2 info ya.c’est bien l’information pour onthelis. merci!
Oleh: bagoes on Mei 25, 2008
at 8:01 am
^bona petit…hehehehe
Oleh: birminghamonthel on November 4, 2008
at 6:52 am
maksih mas.setelah lihat foto2nya,kayaknya yg mau dirim ke aq merek simplex.aq di kaltim mas {maklum dikasih gratisan ama pakdhe dari Magelang he…he…he…}
Oleh: hendra on Desember 18, 2008
at 11:05 am
baik sebagai tukar informasi yg bermanfaat. saya juga penggemar simplex
Oleh: eka hadiyanto on Agustus 27, 2009
at 3:35 am